Jumat, 20 Juli 2012

Konfigurasi Debian Mail Server



Mail Server atau yang sering disebut juga E-Mail server, digunakan untuk mengirim surat melalui Internet. Dengan begitu, dapat mempermudah dalam penggunanya, karena lebih cepat dan efisien. Untuk membuat Mail Server, harus terdapat SMTP dan POP3 server, yang digunakan untuk mengirim dan menerima E-Mail.
Proses pengiriman eMail bisa terjadi karena adanya SMTP Server (Simple Mail Transfer Protocol). Setelah dikirim, eMail tersebut akan ditampung sementara di POP3 Server (Post Office Protocol ver. 3). Dan ketika user yang mempunyai eMail account tersebut online, mail client akan secara otomatis melakukan sinkronisasi dari POP3 Server.
9.1. Installasi
Aplikasi yang paling sering digunakan untuk eMail server pada linux adalah postfix. Selain mudah dalam konfigurasinya, postfix pun juga bisa dikombinasikan dengan aplikasi mail yang lain, seperti dovecot, dan courier.
Terlebih dahulu install aplikasi postfix (mail server), courier-imap (smtp ), dan courier-pop (pop3).
debian-server:~# apt-get install postfix courier-imap courier-pop
Kemudian akan muncul menu PopUp, dan sesuaikan dengan konfigurasi di bawah ini;
  • General Type of Mail Configuration          : Internet Site
  • System Mail Name                                           : debian.edu
9.2. Konfigurasi
9.2.1. Mail Direktori
Mail direktori ini berfungsi untuk direktori INBOX, pada setiap user yang terdaftar. Pesan yang masuk nantinya akan disimpan sementara dalam direktori tersebut. Agar direktori ini otomatis dibuat pada direktori home setiap user, maka kita harus membuatnya pada direktori /etc/skel/ berikut.
debian-server:~# maildirmake /etc/skel/Maildir
9.2.2. Mail Account
Tambahkan dua user eMail, untuk pengujian pada Mail Server nantinya. Pada bagian ini, kita harus terlebih dulu membuat direktori Maildir seperti diatas. Agar setiap user mendapat Maildir secara otomatis.
debian-server:~# adduser manshurin
Adding user `manshurin’ …
Adding new group `manshurin’ (1007) …
Adding new user `manshurin’ (1007) with group `manshurin’ …
Creating home directory `/home/manshurin’ …
Copying files from `/etc/skel’ …
Enter new UNIX password: ****
Changing the user information for manshurin
Enter the new value, or press ENTER for the default
Full Name []: Pudja Mansyurin
Room Number []: 354
Work Phone []:
Home Phone []: 081330487983
Other []: Owner of www.JokamIT.co.cc
Is the information correct? [Y/n]
Tambahkan satu user lagi, agar proses berkirim eMail bisa dilaksanakan.
debian-server:~# adduser galipat
Adding user `galipat’ …
Adding new group `galipat’ (1008) …
Adding new user `galipat’ (1008) with group `galipat’ …
Creating home directory `/home/galipat’ …
Copying files from `/etc/skel’ …
Enter new UNIX password:
Changing the user information for galipat
Enter the new value, or press ENTER for the default
Full Name []:
Room Number []:
Work Phone []:
Home Phone []:
Other []:
Is the information correct? [Y/n]
9.2.3. Konfigurasi Postfix
Konfigurasi utama aplikasi Postfix terletak pada file main.cf. Tidak semua baris script yang ada di dalamnya akan kita konfigurasi. Hanya tambahkan satu baris script berikut pada file tersebut, agar direktori mailbox dikenali.
debian-server:~# vim /etc/postfix/main.cf
home_mailbox = Maildir/                                                  #tambahkan di baris paling bawah
Atau untuk cara cepatnya, anda bisa menggunakan perintah echo seperti berikut.
debian-server:~# echo “home_mailbox = Maildir/” >> /etc/postfix/main.cf
Selanjutnya, tinggal tambahkan sedikit konfigurasi pada postfix melalui dpkg. Ikuti langkahnya seperti dibawah ini.
debian-server:~# dpkg-reconfigure postfix
General Type of Mail Configuration                : Internet Site
System Mail Name                                              : debian.edu
Root and postmaster mail recipient               : (leave it blank, bro)
Other destination to accept…                          : (leave it as it was, just OK)
Force synchronous updates…                           : No
Local Networks                                                   : 0.0.0.0/0 (add this at the end)
Use Procmail for local delivery                        : No
Mailbox size limit (bytes)                                  : 0
Local address extension character  : +
Internet protocols to use                                  : ipv4
debian-server:~# /etc/init.d/postfix restart
debian-server:~# /etc/init.d/courier-imap restart
Kalau perlu, tambahkan sub-domain untuk Mail Server pada bind9. Agar nanti menjadi mail.debian.edu.
debian-server:~# echo “mail            IN            A             192.168.10.1” >> /etc/bind/db.debian
debian-server:~# /etc/init.d/bind9 restart
9.3. Pengujian
Kali ini, kita akan melakukan pengujian SMTP dan POP3 server melalui mode text. Dengan bantuan telnet, yang kita arahkan pada port SMTP ataupun POP3, kita dapat menjalankan perintah mail server melalui terminal langsung, tanpa menggunakan mail client ataupun semacamnya. Cara ini bisa kita gunakan, baik dari sisi server localhost, atapun dari sisi client. Asalkan sudah terinstall aplikasi telnet client.
9.3.1. SMTP port 25
Pada protocol SMTP ini, kita akan melakukan pengiriman eMail ke user galipat. Gunakan syntax dibawah ini untuk mengirim eMail.
debian-server:~# telnet mail.debian.edu 25
Trying 192.168.10.1…
Connected to mail.debian.edu.
Escape character is ‘^]’.
220 debian5 ESMTP Postfix (Debian/GNU)
mail from: manshurin
250 2.1.0 Ok
rcpt to: galipat
250 2.1.5 Ok
data
354 End data with <CR><LF>.<CR><LF>
I JUST SEND YOU A TESTING MESSAGE…
.
250 2.0.0 Ok: queued as 10FA74CEF
quit
221 2.0.0 Bye
Connection closed by foreign host.
Tambahan, untuk keluar dari perintah data yang muncul “End data with <CR><LF>.<CR><LF>” itu maksudnya adalah tanda titik.
9.3.2. POP3 port 110
User galipat akan memeriksa pada POP3 Server, apakah ada pesan yang masuk ke INBOX miliknya.
debian5:~# telnet mail.debian.edu 110
Trying 192.168.10.1…
Connected to mail.debian.edu.
Escape character is ‘^]’.
+OK Hello there.
user galipat
+OK Password required.
pass 1
+OK logged in.
stat
+OK 1 436
retr 1
+OK 436 octets follow.
Return-Path: <manshurin@debian.edu>
X-Original-To: galipat
Delivered-To: galipat@debian.edu
Received: from debian5 (debian5 [192.168.10.1])
by debian5 (Postfix) with SMTP id 2FAA74A19
for <galipat>; Tue, 15 Mar 2011 21:19:56 -0400 (EDT)
Message-Id: <20110316012007.2FAA74A19@debian5>
Date: Tue, 15 Mar 2011 21:19:56 -0400 (EDT)
From: manshurin@debian.edu
To: undisclosed-recipients:;
I JUST SEND YOU A TESTING MESSAGE…
.
quit
+OK Bye-bye.
9.3.3. Pengujian via Microsoft Outlook
Microsoft Outlook adalah aplikasi bawaan windows, yang berfungsi sebagai eMail client. Dengan aplikasi ini, kita dapat membawa INBOX kita kemana saja. Asalkan bisa tersinkronisasi dengan eMail server.
Berikut cara konfigurasinya pada Outlook di windows.
a.       Tools > Accounts > Mail > Add > Mail
Display Name                    : Pudja Mansyurin
E-mail Address                  : manshurin@debian.edu
E-mail Server Names
Incoming Mail Server    : POP3
Incoming Mail (POP3)    : mail.debian.edu
Outgoing Mail (SMTP)  : mail.debian.edu
b.      Tools > Syncrhonize all

Untuk tambahan, anda juga bisa menambahkan sub domain POP dan SMTP pada file bind9.
10. WebMail
WebMail (Web Based Mail), adalah aplikasi eMail client yang berbasis web. Jika anda pernah melihat layanan eMail Yahoo, Gmail, ataupun Hotmail. Mereka menggunakan webmail sebagai eMail client untuk setiap penggunanya. Kelebihan dari Webmail ini sendiri adalah bisa kita gunakan dimana saja, kapan saja, dan bagaimana saja keadaanya, asalkan kita tetap terkoneksi ke Internet.
Untuk membuat mail client yang berbasis web, tentunya kita membutuhkan CMS (Content Management System) yang dikhususkan untuk webmail. Diantaranya yang terkenal adalah squirrelmail dan roundcubemail.
10.1. Squirrelmail
Squirrelmail adalah paket webmail yang sudah tersedia dalam distro Debian Lenny. Oleh karena itu banyak administrator jaringan yang menggunakanya, karena kemudahanya dalam konfigurasi. I think it just Plug and Play.
10.1.1. Installasi
Karena squirremail ini sudah ada pada DVD-1, maka kita tidak perlu repot-repot mendownloadnya dari Internet.
debian-server:~# apt-get install squirrelmail
10.1.2. Konfigurasi
Secara default, paket squirrelmail ini akan diletakan pada direktori /usr/share/squirrelmail/. Agar squirrelmail tersebut dapat kita akses melalui web browser, maka kita harus membuat virtual host untuk squirrelmail terlebih dahulu. Kita tidak perlu repot-repot membuat virtual host baru, karena squirrelmail sudah membuatnya.
Tambahkan script Include pada file apache2.conf, agar virtual host pada direktori squirrelmail ikut di proses.
debian-server:~# vim /etc/apache2/apache2.conf
Include “/etc/squirrelmail/apache.conf”     #tambahkan di baris paling bawah
Jika ingin melakukan sedikit konfigurasi pada virtual host, ikuti langkah di bawah ini.
debian-server:~# vim /etc/squirrelmail/apache.conf
Alias /squirrelmail /usr/share/squirrelmail                       #silahkan jika mau diganti
<Directory /usr/share/squirrelmail>
Options Indexes FollowSymLinks
<IfModule mod_php4.c>
php_flag register_globals off
</IfModule>
<IfModule mod_php5.c>
php_flag register_globals off
</IfModule>
<IfModule mod_dir.c>
DirectoryIndex index.php
</IfModule>
<Files configtest.php>
order deny,allow
deny from all
allow from 127.0.0.1
</Files>
</Directory>
# users will prefer a simple URL like http://webmail.example.com
<VirtualHost *:80>                                                                #ganti menjadi port 80
DocumentRoot /usr/share/squirrelmail                        #lokasi default web squirrelmail
ServerName mail.debian.edu                                           #domain untuk E-Mail
</VirtualHost>
#. . .
Setelah selesai mengkonfigurasi virtual host tersebut, pastikan anda merestart service apache2, agar virtual host tersebut bisa langsung diakses.
debian-server:~# /etc/init.d/apache2 restart
10.3. Pengujian
10.3.1. Pengujian Squirrelmail
Pengjian squirrelmail ini kita lakukan melalui web browser. Baik dari server localhost, atapun dari sisi client. Pada web browser, arahkan URL ke http://www.debian.edu/squirrelmail (Direktori Alias).

Created by Al-Mansyurin Team © 2011

Senin, 02 Januari 2012

Soal dan Pembahasan UKom TKJ 2010/2011



 




UJIAN NASIONAL
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

 

SOAL UJIAN PRAKTIK KEJURUAN


Satuan Pendidikan                     :           Sekolah Menengah Kejuruan
Kompetensi Keahlian     :           Teknik Komputer dan Jaringan
Kode                                          :           2063
Alokasi Waktu               :           18 jam
Bentuk Soal                               :           Penugasan Perorangan

 

I.       PETUNJUK
1.      Periksalah dengan teliti dokumen soal ujian praktik, yang terdiri dari 4  halaman.
2.         Peralatan utama dan pendukung berupa :
2.1.   PC Client
2.2.   PC Server  telah disediakan
2.3.   HUB / Switch
2.4.   Cabel Tester
2.5.   Kabel UTP
2.6.   Konektor RJ 45  
2.7.   Obeng +, -
2.8.   1 NIC Tambahan ( Ethernet 10/100Mbps)
2.9.   Gelang Anti Static
2.10.                  Stabilizer
2.11.                  Crimping Tool


ii.      Keselamatan Kerja
1.      Gunakan alat keselamatan kerja berupa baju praktek, Sepatu karet (Anti Static) dan Gelang Anti Static
2.      Saat menghidupkan komputer dan mematikan gunakan prosedur yang benar
3.      Pergunakan alat ukur / tester sesuai prosedur.

III.       DAFTAR PERALATAN, KOMPONEN, DAN BAHAN


No.
Nama
Alat/Komponen/Bahan
Spesifikasi
Jumlah
Keterangan
1
2
3
4
5
1
PC Server
Minimal Pentium III
a.       Casing
b.      PS 250 Watt
c.     Processor
d.    Min. Ram 256 MB
e.       Minimal HD 10 GB
f.       Min. CD Drive 32 X
g.      Keyboard
h.      NIC 10/100 Mbps 
i.        Min Monitor 14 “





2
PC Client
Minimal Pentium III
a.  Casing
b. PS 250 Watt
c. Processor 450 MHZ
d.Min. Ram 128 MB
e.  Minimal HD 5 GB
f.  Min. CD Drive 32 X
g. NIC 10/100 Mbps
h. Min Monitor 14”
i.  Keyboard
j.  Mouse



4
Switch / Hub
Minimal 4 Port


5
Crimping Tool
Untuk RJ 45


6
Cable Tester
Untuk RJ 45


7
Obeng +
Ukuran screw PC


8
Obeng -
Ukuran screw PC


9
Stabilizer
Min 500 Watt


10
NIC (Ethernet )
10/100 Mbps


11
Koneksi Internet
Min. 56 Kbps




1.
2.
3.

Bahan

Kabel UTP
Konektor RJ 45
CD OS Windows XP

10 meter
6 buah
1 Buah



IV.        SOAL/TUGAS


1.      Membangun Gateway Internet (Membangun PC Router dan Proxy Server)
Opsi konfigurasi :
Konfigurasi Server
1.     IP Internet                    = Sesuai dengan Network yang diberikan ISP
2.     IP LAN                        = 192.168.50.1/24
3.     Gateway                       = Sesuai Dengan IP yang diberikan oleh ISP
Konfigurasi Client
4.     IP LAN                        = 192.168.50.xxx/24
5.      Gateway                     = 192.168.50.1           
Keterangan : xxx merupakan address antara 2 sampai 254

Konfigurasi Proxy Server
1.              Sistem Operasi                        = OS (Linux)
2.              Port proxy                              = 3128
3.              Cache Manager                      = nama_peserta@sekolah.sch.id       
4.              Visible host                  = www.sekolah.sch.id
5.              Transparant proxy
6.              Blocking Site               = www.youtube.com , www.facebook.com

Konfigurasi Router
1.   NAT                                              = yes
               











 



                                                                                                                        Internet









 
                                                           
              PC Client                 Switch                   Server Gateway



Implementasikan topologi diatas untuk pengujian konektifitas internet disekolah dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Membuat perencanaan sesuai dengan topologi jaringan yang disediakan
    2. Merakit PC server
    3. Instalasi Server,
    4. Instalasi Client (Windows XP)
    5. Melakukan konfigurasi Router sebagai Gateway Server.
    6. Melakukan instalasi dan konfigurasi jaringan sesuai topologi
    7. Melakukan pengujian fungsi jaringan (sistem koneksi) dan aplikasi server.


 
SELAMAT DAN SUKSES












https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCpmcNF9hRcaCCVYd6oyU3oEKgDE0jjVbkcU0feypO446PsIO5AUzTw5jsljlcGakdRwkgNTNA-4tIjciNSkP-0W4VpdcQ-TVFMTrogwfGF34XwSiG5Ky2lWTKlQGO_zbi_1Ku2ypAT3_X/s320/tipologi-p1.png

Sudah tidak terasa 4/5 bulan lagi seperti agenda tahun-tahun lalu Ujian Kompetensi Kejuruan Produktif dilaksanakan, persiapan sudah apa belum matang ya anak-anak kita?.... tahun kemarin kita mengaplikasikan Soal UKK paket 1 dengan pertimbangan aplikasi dilapangan saat ini banyak dibutuhkan tenaga admin minimal paket 1. Pembahasan akan kita kupas disini kita gunakan mikrotik untuk mengaplikasikan soal paket 1 ini (lagi-lagi pertimbangannya biar cepeeet, he he heeee). Disana anda menggunakan paket berapa?

OK langsung saja ke pembahasannya, tapi pastikan anda sudah mengunduh soal
P1 disini jika belum punya.

INSTALL OS MIKROTIK
  1. Masukkan CD Mikrotik dan boot melalui cd
  2. Setelah muncul paket yang diinstall pilih semua saja dengan tekan tombol A dan I untuk install
  3. Selanjutnya muncul pesan “Do you want to keep old configuration (Y/N) jawan N saja dan Y untuk lanjut
  4. Tunggu sesaat proses install hingga muncul pesan “Software installed” dan Enter untuk reboot. Ambil CD mikrotik dari CDROM anda. Selesai saatnya konfigurasi
CONFIGURASI SERVER

1.Cek interface, pastikan 2 nic dikenali oleh system
[mikrotik@admin] >interface print
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500

2.Mengganti nama interface
[mikrotik@admin] > interface ethernet set ether1 name=internet
[mikrotik@admin] > interface ethernet set ether2 name=local

3.Memberi IP address pasa masing-masing NIC
[mikrotik@admin] > ip address add address=192.168.1.2/24 interface=internet
[miktorik@admin] > ip address add address=192.168.50.1/24 interface=local

4.Memberi IP Gateway
[miktorik@admin] > ip route add gateway=192.168.1.1

5.Setting IP DNS (sesuaikan dns anda dari isp)
[mikrotik@admin] >ip dns set primary-dns=202.134.1.10 allow-remote-requests=yes
[mikrotik@admin] >ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-requests=yes

Kemudian lakukan testing dengan mencoba ping ke gateway atau ke komputer yang ada pada LAN. Jika hasilnya sudah Reply…., maka konfigurasi IP Anda sudah benar
[mikrotik@admin] > ping 192.168.1.1

6.Source NAT (Network Address Translation) / Masquerading
Agar semua komputer Client yang ada di LAN bisa terhubung ke internet, maka Anda perlu menambahkan NAT (Masquerade) pada Mikrotik.

[mikrotik@admin] >ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=internet

CONFIGURASI CLIENT

Cukup mudah berikan saja ini
IP address 192.168.50.2
Subnet mask 255.255.255.0
Gateway 192.168.1.1
DNS 1 202.134.1.10
DNS 2 202.134.0.155

CONFIGURASI PROXY SERVER

[mikrotik@admin] > ip proxy set enabled=yes
[mikrotik@admin] > ip proxy set src-address=0.0.0.0
[mikrotik@admin] > ip proxy set port=3128
[mikrotik@admin] > ip proxy set hostname= www.smkpb.sch.id
[mikrotik@admin] > ip proxy set transparent-proxy=yes
[mikrotik@admin] > ip web-proxy set parent-proxy=0.0.0.0:0
[mikrotik@admin] > ip web-proxy set cache-administrator=admin@smkpb.sch.id
[mikrotik@admin] >ip web-proxy set max-object-size=4096KiB
[mikrotik@admin] >ip web-proxy set cache-drive=system
[mikrotik@admin] >ip web-proxy set max-cache-size=unlimited
[mikrotik@admin] >ip web-proxy set max-ram-cache-size=unlimited

Setelah setting dari web proxy selesai, sekarang kita belokkan traffic http ke arah web proxy. Port yang perlu di belokkan yang datang dari browser adalah port 80 kita belokkan ke proxy 3218.

[admin@admin]> ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128

BLOCKING SITE

Pekerjaan kita sudah terselesaikan sekarang langkah selanjutnya memblok situs-situs yang tidak kita inginkan;

[admin@admin]> ip web-proxy access add url=www.youtube.com method=any action=deny
[admin@admin]> ip web-proxy access add url=www.facebook.com method=any action=deny

Dengan cara ini juga kita gak perlu masukkan alamat web secara lengkap, konten yang berbau porno pun bisa kita blog seperti kata sek, porno, bokep, bugil, maria ozawa dan saudara-saudaranya ketika akan browsing lewat google pun diblok.
[admin@RouterL@bsmknu1] ip web-proxy access add url=porno method=any action=deny
Selamat mempraktekkan


Jumat, 30 Desember 2011

Meningkatkan Request hit squid


setelah lama pake squid sebagai proxy server..terbersit pikiran ” Apakah Proxy Q udah menjalankan tugasnya dengan Baik yach???”setelah ngecek kinerja squid Q slama ini ternyata hanya mentok di kisaran hit 20%-25% huh sedih juga rasanya…padahal di polling forum linux.or.id ada yg bisa nyampek 70%…akhirnya ketemu juga tutorialnya yaitu proxy setan(serem juga yah namanya…)..bgini isi tutorialnya..
Jika 1 hardisk 20 GB dibuat partisinya kira2 spt ini (ini preferensi pribadi
berdasarkan eksperimen utk Squid saja lho). Silahkan dikomentari.
/dev/hda1 1G /
/dev/hda5 2G /var
/dev/hda6 256M swap
/dev/hda7 12G /cache
/dev/hda8 sisanya /home
Alasan kok /var, swap, dan /cache mengumpul ditengah, ya krn supaya ‘head’
hardisk efektif bergerak di track ‘average’ atau ditengah-tengah dg frekuensi
akses tertinggi shg kira2 kalau didiagramkan distribusinya normal
(Gaussian distribution atau bentuk bel). Swap hanya 256MB krn memori anda
toh 1GB (terus terang saya pribadi kalau bisa menghindari sebesar ini juga,
toh jika Squid sudah mempergunakan swap sebesar ini mestinya juga sudah melambat kok).
Tapi /var agak besar supaya bisa menampung banyak log, termasuk log Squid yg
kalau dirotasi sebulan sekali bisa berukuran sangat besar (dulu pernah log mesin
mencapai 1GB karena rotasinya per 3 bulan padahal bw-nya hanya 64kbps, tapi
sekarang kalau tidak salah dirotasi per 2 minggu atau per bulan saja, semua
ini tergantung intensitas akses pengguna dan bw yg dilanggani).
Terus utk cache swap Squid itu sendiri kira2 70-80% dari ukuran partisinya
(12GB x 75% = 9GB). Berawal dari konfig spt ini mestinya parameter2
di squid.conf pengaruhnya sudah tidak setinggi jika cache swap atau hardisk
anda terlalu penuh. Sekali lagi kita mau sekedar menghemat bw maka biasanya
cache sangat agresif dan aksesnya akan melambat jika
hardisknya ‘under performance’. Spt di poll ini, harus berimbang antara
kecepatan akses dan penghematan bw. Jelas dari sisi pengguna tidak akan
perduli anda mau menghemat bw atau tidak yg pasti bagi dia aksesnya harus cepat,
gitu kan ya? Jadi utk 9GB cache swap jumlah L1 direktorinya 22.
>aku pake di mesin proxy:
Proc XEON 2.8GHz 512K HT
HD IDE 40GB seagate 7200rpm
HD SCSI 36GB seagate 10000rpm
MB INTEL server HG2
Hmmm, hardisk-nya tidak ada yg lebih kecil-kecil ya? Soalnya mending 9GB-an
(kalau SCSI) 10K rpm kalikan 6 atau lebih daripada 2 yg besar-besar ini.
Tapi cari hardisk kecil-kecil sekarang mestinya susah ya?, he he he …..
>FC3 kernel 2.6.10 dengan patch reiser4.
paket reiser4 dari namesys.com
Sip, semoga opsi-opsi kompilasi di kernel-nya sudah optimum semua, alias modul yg
tidak diperlukan dihilangkan saja, biar gesit (pengalaman pribadi kernel yg baik
ukurannya kira-kira di bawah 1 MB tanpa mengorbankan kemampuannya).
>semua partisi system di HD IDE, dan HD SCSI aku jadikan satu partisi untuk /cachez
dengan alokasi 28GB memakai filesystem reiser4 metode aufs (squid).
Jangan lupa opsi mount (di fstab) ditambahkan noatime dan notail (kalau perlu lebih
aman sekalian (noexec dan tidak user mountable). Maksud anda dijadikan 1 partisi
itu di-RAID mode 0-kan (striping)?? Saran saya malah jangan, jadi biarkan spindle
per drive bergerak bebas mandiri tak bergantung 1 dg lainnya. Jadi mending 2 direktori
saja dg mekanisme least-load atau round-robin bisa dicobakan dan dilihat efektivitasnya.
Silahkan dilihat alasannya di milisnya squid-cache.org, banyak yg sudah membahas kok.
Pemakaian memorinya juga harus diamati terus soalnya jika, sekali lagi, mesin anda
sudah mulai swap ke hardisk ya sama saja alias kembali menjadi pelan. Intinya bgmana
menghindari swap memori dipergunakan (idealnya server yg super cepat itu tidak
memiliki swap memori berarti memori fisiknya harus super besar juga).
>cache_store_log /dev/null
cache_store_log none
Kalau yg ini saya yakin benar kok (spt yg dikomentari Mas Firewaxx).
Refresh_pattern diperbaiki saja krn bekerja mulai yg paling atas baru ke bawah.
refresh_pattern .gif 4320 50% 43200
refresh_pattern .jpg 4320 50% 43200
refresh_pattern .tif 4320 50% 43200
refresh_pattern ^http://www.friendster.com/.* 720 100% 4320
refresh_pattern ^http://mail.yahoo.com/.* 720 100% 4320
refresh_pattern ^http://mail1.plasa.com/.* 720 100% 4320
refresh_pattern ^http://*.yahoo.*/.* 720 100% 4320
refresh_pattern ^http://*.friendster.*/.* 720 100% 4320
refresh_pattern ^http://www.yahoo.com/.* 720 100% 4320
refresh_pattern ^ftp: 10080 95% 241920 reload-into-ims override-lastmod
refresh_pattern . 180 95% 120960 reload-into-ims override-lastmod
Komentar: sebenarnya baris paling bawah itu umum artinya selain yg di atas-nya
akan kena setting ini. Yg mjd pertanyaan saya kok file image diberi setting yg
berbeda? Utk email yg berbasis web mungkin ada alasannya supaya lebih cepat
divalidasi lagi.
Saran saya dicoba dulu 2 baris yg terakhir saja, baru jika dirasa ada kebutuhan
lain baru pelan-pelan ditambahkan baris-baris sebelumnya.
Jadi refresh_pattern hanya ini saja:
refresh_pattern ^ftp: 10080 95% 241920 reload-into-ims override-lastmod
refresh_pattern . 180 95% 120960 reload-into-ims override-lastmod
ACL saya tinggalkan apa adanya krn ini spesifik kebutuhan anda. Utk bloking
berbasis url_regex, ya kalau bisa Squid dikompilasi ulang dg opsi gnuregex supaya
lebih efisien. Lihat posting sebelumnya. Paling tidak bisa diringkas lagi mjd:
http_access deny porno !noporno
artinya kita blok semua kata yg ada di file porno kecuali semua kata yg ada di
file noporno (!=kecuali).
>maximum_object_size 10240 KB
Lha ini kok ukuran object yg bisa disimpan Squid hanya 10MB saja??
Dinaikkan saja mjd mungkin 128 MB?
maximum_object_size 128 MB
>minimum_object_size 4 KB
Dihilangkan saja, biarkan Squid menyimpan object terkecil pun tidak ada masalah kok.
>logfile_rotate 0
Dibuat logfile_rotate 1 saja, siapa tahu anda butuh melihat statistik sebelumnya.
>forwarded_for on
Biasanya ini di-off-kan saja supaya anonimity bisa terjaga (tapi jika memang
diperlukan yg tidak apa-apa).
###############################################################################
Banyak faktor yg membuat Squid ‘overloaded’ shg saat diakses malah membuat
lebih pelan:
1. Cache di hardisk terlalu besar shg pemakaian memori terlalu besar (dan mungkin
sudah mulai swap ke hardisk, silahkan dilihat via top dg rumus swap yg baik
25%an dari memori fisik, jika lebih biasanya akan pelan). Ingat per 1 GB cache
di hardisk akan memakai 10MB memori lho, belum yg lain2.
2. Hardisk terlalu pelan (krn cache terlalu besar itu tadi), shg saat mencari
object lama menemukannya. Berapa besar cache anda di hardisk?, saya menduga
mesti lebih dari 10an GB ya??
3. Browser/klien yg berusaha memanfaatkan Squid terlalu banyak shg antrian yg
berebut utk minta layanan Squid terlalu panjang walaupun toh akhirnya akan
mengakses situs yg belum pernah dikunjungi sebelumnya (yg kalau Squid-nya
pintar bisa membedakan saat akan diantrikan, mestinya?). Silahkan dilihat
stats via cachemgr.cgi, saya ada kecurigaan di i/o queue-nya sudah terlalu
panjang.
4. Mesin server terlalu banyak melayani user atau utk layanan yg lain. Dari
pengalaman, mesin dg 256MB dan beberapa layanan, mail server agent, web server
dan Squid dg cache di hardisk 6GB plus sekitar 10 PC klien saja sudah lumayan
mepet kinerjanya kok. Perlu diingat Squid butuh memori yg besar tidak prosesor
yg cepat plus hardisk yg super cepat. Ini belum ditambahi layanan yg lain-lain
lho. Intinya idealnya utk Squid mesin server seharusnya terdedikasi
(layanannya hanya Squid).
Saran utk mencoba mengidentifikasi kelambatan Squid krn defisiensi memori.
1. Ganti memori tambahan, minimal 256MB dan dicobakan di mesin anda.
Jika ternyata tambah cepat berarti ya ‘obat’nya ini yg berarti sudah saatnya
meng’upgrade’ mesin anda.
2. Squid saat di-reconfigure (squid -k reconfigure) mjd lebih cepat kembali.
3. Terjadi perbedaan kecepatan akses saat jumlah browser yg terbuka berbeda,
tetapi ini bisa juga disebabkan pipa yg anda langgani (bandwidth) sudah diambang
batas kelayakan.
Saran utk mencoba mengidenfikasi kelambatan Squid krn kinerja hardisk yg kurang baik.
1. LED indikator hardisk ‘nyaris’ tak henti-hentinya hidup (bukan nyaris tak
terdengar ya?), krn selalu terjadi proses i/o ke sana. Inilah yg membedakan
hardisk dg cache h/w yg kecil dan besar (dan yg membedakan harganya juga).
Carilah hardisk yg berkinerja agak hebat (cache 4MB, seektime 8ms, rpm 10k, idealnya)
dan jangan terlalu besar ukurannya (jadi kecil-kecil tapi banyak). Tapi itu tadi,
sulit sekarang mencari hardisk ukuran kecil di pasaran (kalau tidak salah utk SCSI
UW2-160-an, 9.1GBan masih ada).
2. Coba ditambahkan (atau dipinjamkan) hardisk 1 lagi dan direktori cache
anda dibagi ke hardisk yg baru ini dg L1 direktorinya dibagi 2 juga
(dg ukuran separuhnya juga).
Jadi misalnya awal /cache 12000 28 256 dibagi mjd 2, /cache1 6000 14 256
dan /cache2 6000 14 256.
Begitu dan jangan lupa jangan pernah memakai semuanya spt ukuran partisinya
(ingat idealnya antara 70%an kapasitas partisi maksimalnya), supaya saat akan
menulisi hardisk, tempat kosongnya lebih mudah ditemukan (kalau sudah terlalu
penuh akan sulit dan lama menemukan dan boleh jadi terfragmentasi tempatnya).
Saran terpenting:
Squid agresif itu utk kondisi di Indonesia menurut saya sangat cocok
(mungkin utk negara maju malah diprotes ya, krn bw sudah sangat murah dan hr
tenaga teknisnya utk ngoprek terlalu mahal). Tetapi yg perlu diingat adalah
semuanya itu ada batasnya ibarat sepeda motor itu kalau di’gas’ penuh mendadak
terkadang malah mati mesinnya. Jadi agresif yg agresif tapi jangan terlalu
ambisius dan harus optimal sesuai kemampuan baik mesin maupun bw yg dilanggani.
###############################################################################
>/cache 45000 16 256
45GB adl suatu ukuran yg ‘rruuarr biasa’ besarnya utk single spindle.
Pengalaman saya selama kutak-katik Squid yg terbesar saya pernah tahu utk hardisk
tunggal (single spindle) itu hanya sekitar 16an GB (80% hdd 20GB).
Jadi saya jadi yakin sekarang bottleneck Squid anda ada di sini. Belum lagi
ditambah swap memori yg utk indeks object Squid saja sudah 450an MB, belum yg
lain-lain (kalau tidak salah memori fisik anda 256MB ya?). Jadi jelas swap memori
anda mestinya juga sudah lumayan besar shg semakin memperparah kondisi mesin
server ini. Sekali lagi contoh-contoh konfigurasi mesin (dan skalabilitasnya)
dari ircache rata2 memori 512 MB s/d 2 GB dg minimal 6 hardisk SCSI (kalau tidak
salah per cache direktori 6GB-an krn dari ukuran hardisk 9GB), sekedar gambaran saja.
Jadi di sini tujuan menghemat bandwidth tercapai tetapi tujuan mempercepat akses
internet tidak tercapai.
>b/w nya terlalu kecil dimana 96 kbps yg aku punya untuk melayani 20 pc
Secara teoritis 96kbps/20pc = 4.8kbps/pc dan menurut suatu survei kepuasan
pengguna akses internet yg layak itu hanya membutuhkan kecepatan akses minimal
5kbps kontinu (yg setiap saat diperoleh secara terus menerus dan tidak pernah kurang).
Dibantu Squid dg hit rate 50% maka angka 4.8kbps ini akan naik mjd 9.6an kbps
saat tjd lonjakan permintaan (burstiness rate). Belum lagi jika perilaku per user
yg jarang download file berukuran besar dan hanya mengambil halaman2 web
setelah itu membaca (berhenti download), katakanlah dg suatu nilai kebolehjadian 50%, maka
kecepatan akses akan naik lagi mjd 19.2an kbps. Memang inilah yg paling sering kita
alami baik di tingkat rumahan atau komersial (warnet) dan inilah ukuran kelayakan
di Indonesia (atau strategi penghematan perusahan2 penyedia jasa internet ya??).
Saya yakin bw yg kita miliki tidak akan cukup jika semua pengakses internet men-download
file yg berukuran besar pada saat yg bersamaan dalam periode yg panjang.
Baik memang sebenarnya Squid sudah mencadangkan 30720KB memori tetapi ternyata
kebutuhannya hingga 32510KB (yg sudah melewati cadangan itu tadi) sehingga boleh
jadi memori swap ke hardisk sudah mulai aktif (jika ternyata memori totalnya tidak cukup).
Silahkan dilihat ulang via top. Tetapi jika ternyata memori totalnya (fisik)
masih cukup dan belum swap Squid akan terus memperbesar ‘cadangan’ ini (total
space in the arena) hingga semua kebutuhan Squid terpenuhi
(ingat 10MB per 1GB cache di hardisk ditambah yg lain2). Ini efek jika
opsi memory_pools off (jika di-on-kan batasannya jadi kaku dan terkadang
kita tidak tahu seberapa sih harus dicadangkan, dan ruginya sudah dicadangkan
ttp belum tentu dibutuhkan krn tidak tahu saja berapa yg harus dicadangkan itu tadi).
Solusi paling sederhana stl pengamatan adalah dg mengurangi ruang cache di hardisk,
misalnya dikurangi per 2 GB (mis. dari awal 12GB jadi 10GB terus diamati lagi,
tentunya L1 direktori juga disesuaikan lho), dan seterusnya sampai Squid sudah
tidak mengaktifkan memori swap (atau user sudah tidak bisa membedakan kelambatan
yg terjadi walaupun sudah swap sedikit). Solusi berikutnya ya dg mengaktifkan
batasan memori yg akan dipakai oleh Squid via
memory_pools on dan memory_pools_limit xx MB. XX
inilah yg agak sulit ditentukan krn kebutuhan Squid yg dinamis ini
(tapi bisa dikira-kira dan didekati kok). Jadi misalnya Squid dg
cache swap 12 GB butuh memori 190-an MB tapi kita batasi hanya 80 MB, ya boleh
jadi cache swap maksimal akan terisi hanya 6an GB krn utk indeks saja kira-kira bisa
hanya separuhnya. Jadi tidak terus kita asal punya hardisk besar tanpa perhitungan
resource yg dimiliki langsung dipakai semuanya. Tapi metode ‘trial and error’
memang pendekatan yg tercepat sambil mencari pengalaman mengamati dan men’tuning’
Squid lebih jauh. Rumus umum dan kasar sbg pendekatan awal biasanya spt di bawah:
mtot x 25% / 10 x 1 GB= ruang cache swap di hardisk awal dg mtot=memori fisik total.
Contoh jika memori fisik 512MB:
512MB x 25% / 10 x 1 GB = 12.5GB ruang cache swap di hardisk.
Tapi ini rumusan yg aman dan mesin Squid terdedikasi. Ada yg lebih ekstrim dan
berani menaikkan hingga 16an GB dan mungkin memori swap ke hardisk sudah aktif
tetapi kecepatan akses Squid masih terjaga (mungkin jumlah kliennya sedikit
dan hardisknya cepat) ya tidak apa-apa. Mestinya angka-angka ini mjd lebih kecil
jika mesin dipakai bersama utk layanan yg lain. Sekali lagi kondisi dan kebutuhan
berbeda-beda belum sifat kedinamisan si Squid itu sendiri. Kalau tidak salah
antar Squid yg berbeda versi saja sifat2-nya juga berbeda walaupun mungkin
sedikit saja perbedaannya.
Pertama yg harus kita pahami adalah:
1. Tidak semua halaman web bisa disimpan (di’cache’) Squid
2. Banyak situs yg memang berusaha halaman2 mereka tidak bisa di’cache’ krn
ada keperluan utk statistik mereka (iklan, visit/hit rate, dll) via ‘pragma
no-cache’ atau metode yg lain 3. Ingat Squid memang tidak akan menyimpan
alamat url selama ada karakter ? atau cgi-bin krn ini secara mendasar tidak
diijinkan disimpan (masalah keamanan), belum yg lain-lain.
4. 1 Halaman web bisa terdiri atas banyak object, mungkin ada sebagian yg
memang ‘dinamis’ alias setiap saat berubah hingga tidak bisa disimpan.
Jadi memang di internet itu selalu terjadi ‘tarik-ulur’ antara yg mau menghemat
dg yg tidak mau dihemat, yg jahat dg yg baik, yg konstruktif dg yg destruktif,
dll.
Jika anda mau jadi ‘Squid ekstrimis’, ya pakai saja off-line mode. Artinya Squid
tidak akan perduli object2-nya valid atau tidak, kedaluarsa atau tidak, semuanya
akan dipaksa disimpan (sama kalau di browser IE mode offline).
Saya jamin kecepatan Squid anda akan tinggi dg hit rate tinggi dan bw anda
sangat irit pula tetapi paling sebentar saja akan diprotes oleh user2 anda,
Memang sudah ada beberapa usaha supaya ‘pragma no-cache’ ini tidak mdj
halangan halaman2 utk di’cache’ kan dg cara halamannya di’rewrite’ (tulis ulang)
dan menghilangkan opsi di atas tsb. Tetapi dari sisi legalitasnya bagaimana?
Ada yg mengatakan, lha saya yg mengakses dan membutuhkan kok tidak boleh
di’cache’? Tapi dari sisi penyedianya mengatakan, lha kalau tidak mau mengikuti
yg saya inginkan ya jangan mengakses situs saya kan?? Jadi artinya
di sini jika sudah diberi ‘pagar’ atau ‘pengumuman’ ya mestinya harus diikuti
aturannya, jangan terus malah dilanggar
Ini opsi-2 konfigurasi utk kompilasi Squid khusus utk Linux.
./configure
–enable-gnuregex
–enable-async-io=24
–with-aufs-threads=24
–with-pthreads
–with-aio
–with-dl
–enable-storeio=aufs
–enable-removal-policies=heap
–enable-icmp
–enable-delay-pools
–disable-wccp
–enable-snmp
–enable-cache-digests
–enable-default-err-languages=English
–enable-err-languages=English
–enable-linux-netfilter
–disable-ident-lookups
–disable-hostname-checks
–enable-underscores
Silahkan disesuaikan
## Jika ada beberapa situs terdekat yg mungkin hanya 1 hop, di-by pass saja
supaya kerja Squid benar-benar utk yg jaraknya jauh
## 1. Situs-situs yg membutuhkan login di-’direct’ via always_direct dan jangan
disimpan via hierarchy_stoplist cgi-bin ? namasitus dan acl QUERY
urlpath_regex cgi-bin ? namasitus. Diusahakan namasitus sangat spesific
soalnya jika misalnya hanya yahoo.com ya semua yahoo.com akan kena alias
mem-’by-pass’ Squid. Jadi bisa misalnya mail.yahoo.com saja.
2. Via hierarchy_stoplist cgi-bin ? namasitus dan acl QUERY urlpath_regex cgi-bin ?
jika alamat mengandung misalnya halaman2 java applet/script ekstensi .awt, .js, dst-nya.
3. Refresh_pattern minimalnya dikurangi, sekali lagi konfigurasi 180 (atau 3 jam)
bagi beberapa keperluan tidak cocok. Silahkan dicoba misalnya hanya 10 menitan
dan diamati.
4. Terakhir, mungkin ie_refresh harus diaktifkan dan biasanya dg menekan tombol
refresh/reload, Squid akan ‘terpaksa’ memvalidasi halaman tersebut
(bisa beberapa kali refresh/reload terkadang utk proses cek validasi ini).
hierarchy_stoplist cgi-bin ? localhost domain-anda.com isp-anda.com domainku.web.id
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin ? localhost domain-anda.com isp-anda.com domainku.web.id
no_cache deny QUERY
## Dari pengalaman 6 MB akan lebih cepat dan biarkan Squid bekerja lebih
keraslagi jika cache_mem diperbesar efeknya adalah pengaksesan obyek lebih
lembam (atau pelan dalam pencarian di mesin lokal, tetapi begitu ketemu ya
cepat aksesnya) dan dg cache_mem 6 MB kita rasakan paling responsif. Dari
banyak forum dan user group rumus umum cache_mem adalah 1/3 atau 1/4 dari
total memori fisik (benar ya?). Tapi default 8 MB saya pikir sudah pas dan
disarankan oleh si Henrik Nordstrom.
Kenapa kok batasan minimum 98 dan maksimum 99 alasannya supaya proses store
and purge obyek tidak sporadis jalannya.
cache_mem 6 MB
cache_swap_low 98
cache_swap_high 99
## Maksimum obyek di hardisk dan di memori diupayakan lebih besar shg byte hit
lebih tinggi (bisa dinaikkan lagi jika hardisk berkecepatan tinggi dan
jumlahnya banyak dg memori yg lebih besar pula)
maximum_object_size 128 MB
maximum_object_size_in_memory 32 KB
## Jika memori 512 MB atau lebih besar silahkan cache diperbesar
ipcache_size 2048
ipcache_low 98
ipcache_high 99
## Utk heap replacement saya memakai LFUDA utk cache hardisk dan GDSF utk cache
memori dg alasan di hardisk diprioritaskan obyek yg ukuran besar-besar dan
di memori obyek yg ukurannya kecil-kecil utk disimpan
cache_replacement_policy heap LFUDA
memory_replacement_policy heap GDSF
## Idealnya ruang di hardisk yg anda pakai hanya sekitar 70% dari total krn
semakin penuh Squid akan semakin pelan mencari tempat kosong, mis. utk cache
1 GB maka yg dipakai hanya 700MB (jangan 1GB dipakai semuanya). Jangan lupa
hanya 1 direktori per drive krn faktor penghambat adalah kecepatan spindle hardisk
lho, bukan terus dg memperbanyak direktori pada 1 hd akan mempercepat
(hd orde milidetik, memori orde nanodetik). Jadi mending hardisknya banyak
tapi ukurannya kecil-kecil daripada hanya 1 berukuran besar. Terus jika OS-nya
Linux pakailah FS-nya Reiser (versi 4 tercepat) dg metode akses aufs. Diskd
optimal di FreeBSD tetapi tidak di Linux lho. Jangan lupa di partisi tsb
noatime dan notail diaktifkan spy tidak menambah ekstra write saat menulis
atau membaca. Intinya hardisk adalah faktor penghambat terbesar di Squid.
## saran kira2 70% dari 16GB
cache_dir aufs /cachez 12000 28 256
atau (utk ruang 4GB-an per hardisk)
cache_dir aufs /cachehardisk1 3000 8 256
cache_dir aufs /cachehardisk2 3000 8 256
cache_dir aufs /cachehardisk3 3000 8 256
cache_dir aufs /cachehardisk4 3000 8 256
atau minimal di bawah ini supaya modifikasi tidak terlalu jauh
cache_dir diskd /cachez 12000 28 256 Q1=72 Q2=88
## Log utk info yg vital saja dan diusahakan file-file log ada di hardisk
tersendiri spy tidak mempengaruhi kecepatan direktori cache utamanya
log_fqdn off
log_icp_queries off
cache_log none
cache_store_log none
## Dg ‘menipu’ dan memaksa sedikit supaya akses obyek lebih intensif di lokal
Squid dan waktu simpan ditambah sebelum proses validasi terjadi (mis. validasi
terjadi per 3 jam dg penyimpanan obyek terlama 3 bulan, utk ftp bisa lebih lama lagi)
refresh_pattern ^ftp: 10080 95% 241920 reload-into-ims override-lastmod
refresh_pattern . 180 95% 120960 reload-into-ims override-lastmod
## Toleransi aborting dihilangkan saja
quick_abort_min 0
quick_abort_max 0
quick_abort_pct 98
## Mematikan dan merekonfigurasi Squid jangan terlalu cepat krn bisa mengakibat
kan integritas file kacau
shutdown_lifetime 10 seconds
## tidak perlu reservasi memori
memory_pools off
## Penting utk relasi dg sibling dg mengukur respons-nya via ICP dan ICMP
(tapi ada isp yg tidak mengijinkan lho)
icp_hit_stale on
query_icmp on
## Penting utk meningkatkan refresh pattern lebih lanjut
reload_into_ims on
pipeline_prefetch on
vary_ignore_expire on
## Sekali lagi Squid diperlukan utk mengambil yg jaraknya jauh, jarak dekat
langsung saja
acl local-dst dst semuaalamatlokal semuaalamatipygdekat
acl local-domain dstdomain localhost domain-anda.com isp-anda.com domainku.web.id
always_direct allow localhost local-dst local-domain
always_direct deny all
## Tidak begitu diperlukan
##ie_refresh on
Contoh Konfigurasi
;—————————————————————————————;
# LOGFILE PATHNAMES AND CACHE DIRECTORIES
# —————————————————————————–
cache_dir diskd /cache/squid 1000 8 256 # << Sesuaikan dengan kebutuhan anda
access_log /cache/access.log squid
cache_log /cache/cache.log
log_fqdn off
buffered_logs off
# OPTIONS FOR TUNING THE CACHE
# —————————————————————————–
refresh_pattern /.gif 4320 50% 43200
refresh_pattern /.jpg 4320 50% 43200
refresh_pattern /.jpeg 4320 50% 43200
refresh_pattern /.png 4320 50% 43200
refresh_pattern ^http://www.friendster.com/.* 720 100% 10080
refresh_pattern ^http://mail.yahoo.com/.* 720 100% 10080
refresh_pattern ^http://*.yahoo.*/.* 720 100% 7200
refresh_pattern ^http://*.google.com/.* 720 100% 10080
refresh_pattern ^http://www.telkomspeedy.com/.* 720 100% 28800
refresh_pattern ^http://*.blogsome.com/.* 720 80% 10080
refresh_pattern ^http://*.wordpress.com/.* 720 80% 10080
refresh-pattern ^http://detik.com/.* 720 90% 2880
refresh_pattern ^ftp: 14400 90% 43200 reload-into-ims
refresh_pattern ^gopher: 1440 0% 1440
refresh_pattern . 0 20% 4320 reload-into-ims
quick_abort_min 0 KB
quick_abort_max 0 KB
quick_abort_pct 95
# ACCESS CONTROLS
# —————————————————————————–
acl my_network src 192.168.1.0/24
acl SSL_ports port 443 563
#acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 443 563 # https
#acl Safe_ports port 488 # gss-http
#acl Safe_ports port 591 # filemaker
#acl Safe_ports port 777 # multiling http
http_access allow manager localhost my_network
http_access allow my_network
acl download url_regex -i .mp3
acl download url_regex -i .3gp
acl download url_regex -i .avi
acl download url_regex -i .mpg
acl download url_regex -i .mpeg
acl download url_regex -i .wav
acl download url_regex -i .flv
acl download url_regex -i .swf
# DELAY POOL PARAMETERS (all require DELAY_POOLS compilation option)
# —————————————————————————–
delay_pools 2
delay_class 1 3
delay_parameters 1 -1/-1 -1/-1 8000/8000
delay_access 1 allow my_network download
delay_access 1 deny all
delay_class 2 2
delay_parameters 2 -1/-1 -1/-1
delay_access 2 allow my_network
delay_access 2 deny all
# ADMINISTRATIVE PARAMETERS
# —————————————————————————–
cache_effective_user squid
# MISCELLANEOUS
# —————————————————————————–
logfile_rotate 5
reload_into_ims on
store_dir_select_algorithm round-robin
# ADMINISTRATIVE PARAMETERS
# —————————————————————————–
cache_mgr youremail@host.com
visible_hostname localhost